Cara Memilih Bahan Aktif untuk Produk Skincare
Ada seorang calon brand owner, sebut aja Nahdia. Dia pengen banget punya brand skincare lokal dengan formula pencerah. Setelah riset singkat, dia langsung pilih bahan aktif “yang lagi viral” di TikTok tanpa benar-benar paham efek dan interaksinya.
Hasilnya? Produknya memang wangi, tapi efeknya nggak konsisten di kulit pengguna. Banyak review bilang “biasa aja” bahkan ada yang bilang bikin kulit perih.
Dari situ Nadia sadar, memilih bahan aktif skincare itu bukan sekadar ikut tren, tapi harus paham fungsi, konsentrasi, dan kecocokan kulit target pasar.
Kenapa Pemilihan Bahan Aktif Itu Penting
Bahan aktif adalah jantung dari setiap produk skincare — komponen yang benar-benar bekerja memperbaiki, melindungi, atau mempercantik kulit.
Kalau salah pilih, produk bisa gagal total, bahkan berisiko ditolak BPOM.
Beberapa alasan kenapa bahan aktif harus dipilih dengan bijak:
- Menentukan efektivitas produk.
- Berpengaruh pada legalitas (izin BPOM & klaim produk).
- Mempengaruhi biaya produksi dan positioning harga.
- Menjadi pembeda utama dibanding kompetitor.
Jenis-Jenis Bahan Aktif Skincare Populer (2025)
Berikut bahan aktif yang lagi naik daun dan bisa jadi inspirasi buat formula produk lo 👇
- Niacinamide
Sang “bintang” bahan pencerah kulit yang paling stabil.
Manfaat:
- Niacinamide
- Mencerahkan dan meratakan warna kulit
- Mengontrol minyak berlebih
- Cocok untuk kulit sensitif
Tren 2025: Niacinamide dikombinasikan dengan Zinc & Cica untuk hasil lebih lembut di kulit.
- Hyaluronic Acid
Kalau produk lo pengen kasih efek lembap & plumpy, ini bahan wajib.
Manfaat:
- Hyaluronic Acid
- Mengunci kelembapan hingga 1000x berat airnya
- Mengurangi garis halus
- Cocok untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif
Tips formulasi: gunakan multi-weight hyaluronic acid biar penyerapan maksimal.
- Retinol
Paling terkenal di kategori anti-aging.
Manfaat:
- Retinol
- Merangsang regenerasi sel kulit
- Mengurangi kerutan
- Menjaga elastisitas
Catatan penting: butuh stabilizer & kemasan anti UV agar bahan ini tetap aktif.
- Centella Asiatica (Cica)
Favorit dari tren K-Beauty yang terus booming.
Manfaat:
- Centella Asiatica (Cica)
- Menenangkan kulit iritasi
- Membantu penyembuhan jerawat
- Mengandung antioksidan tinggi
Kombinasi populer: Cica + Panthenol + Ceramide → bikin barrier kulit makin kuat.
- AHA, BHA, dan PHA
Trio exfoliating agent yang lagi digemari.
- AHA, BHA, dan PHA
- AHA (Glycolic, Lactic Acid) → untuk mencerahkan & haluskan tekstur kulit
- BHA (Salicylic Acid) → untuk kulit berminyak & acne-prone
- PHA → versi lembutnya, cocok buat kulit sensitif
Gunakan sesuai target pasar: remaja, dewasa, atau kulit sensitif punya kebutuhan berbeda.
Cara Memilih Bahan Aktif Sesuai Target Pasar
Nggak semua bahan aktif cocok untuk semua audiens.
Berikut panduan cepatnya:
Target Pasar | Masalah Kulit Umum | Rekomendasi Bahan Aktif |
Remaja (17–24) | Jerawat, minyak berlebih | Niacinamide, Salicylic Acid, Centella |
Dewasa (25–35) | Kusam, mulai aging | Vitamin C, Retinol, Hyaluronic Acid |
Dewasa atas (35+) | Keriput, kering | Peptide, Ceramide, Retinol |
Kulit sensitif | Iritasi, kemerahan | Cica, Panthenol, PHA |
Tips formulasi: Kombinasikan bahan aktif dengan pendukung seperti antioksidan dan moisturizer agar efeknya lebih stabil dan nyaman di kulit.
Langkah Aman Sebelum Produksi
Sebelum memutuskan bahan aktif untuk produk skincare lo, perhatikan beberapa hal ini:
- Cek Regulasi BPOM
- Gunakan bahan aktif yang sudah disetujui penggunaannya oleh BPOM.
- Hindari bahan berisiko tinggi seperti hydroquinone (tanpa pengawasan ketat).
- Uji Stabilitas Formula
- Lihat apakah bahan tetap stabil pada suhu tinggi & rendah.
- Ini penting buat memastikan umur simpan produk lo.
- Perhatikan Interaksi Bahan
- Beberapa bahan nggak boleh dikombinasikan, contoh:
- Retinol + Vitamin C = bisa iritasi
- AHA + BHA = terlalu keras untuk kulit sensitif
- Cek Regulasi BPOM
- Uji Coba pada Sampel
- Mintalah pabrik maklon membuat sample batch untuk diuji tekstur, aroma, dan reaksi kulit.
- Uji Coba pada Sampel
Tren Bahan Aktif Skincare 2026
Berdasarkan data dari Mintel & Euromonitor (2024), beberapa tren bahan aktif yang akan mendominasi tahun 2026 antara lain:
- Postbiotic & Ferment Extracts → bantu perbaiki microbiome kulit
- Bakuchiol → alternatif retinol alami
- Peptide Complex → tren anti-aging generasi baru
- Niacinamide + Tranexamic Acid → duo pencerah paling dicari
Kombinasi bahan alami & teknologi biosains akan jadi tren kuat di industri maklon skincare.
Kesalahan Umum dalam Memilih Bahan Aktif
- Ikut Tren Tanpa Edukasi
Banyak brand baru langsung pakai bahan “viral” tanpa tahu efeknya. - Overclaim Produk
Klaim berlebihan seperti “hasil instan” bisa jadi bumerang. - Mengabaikan Formula Dasar
Kadang fokus ke bahan aktif, tapi lupa kombinasi dasar seperti emollient & humectant. - Tidak Uji Iritasi
Padahal ini wajib sebelum produk dilempar ke pasar.
- Ikut Tren Tanpa Edukasi
Bagaimana Tim Kampi Bisa Membantu
Kalau lo punya ide produk tapi bingung bahan aktif mana yang cocok —
tim R&D Kampi Dermatech siap bantu lo memformulasikan produk skincare yang aman, efektif, dan sesuai target pasar.
Konsultasi Formula → Dengan Tim Kampi
“Wujudkan ide skincare lo jadi produk nyata yang siap bersaing di pasaran.”
Memilih bahan aktif skincare itu seperti memilih “nyawa” produkmu.
Kalau asal, produk bisa gagal. Tapi kalau tepat, hasilnya bisa luar biasa — bukan cuma di kulit pengguna, tapi juga di penjualan brand lo.
Jadi, sebelum produksi, pelajari fungsi setiap bahan, pahami target pasar, dan pastikan legalitasnya aman.
Langkah kecil ini bisa jadi pembeda besar antara brand yang sukses dan yang tenggelam di tengah tren skincare.