ADD ANYTHING HERE OR JUST REMOVE IT…

Tips Menulis Deskripsi Produk Skincare yang Menjual

Pernah nggak lo lihat produk skincare yang kemasannya cantik banget, tapi kok nggak laku-laku?
Padahal secara kualitas, produknya bagus banget.

Masalahnya bukan di produk — tapi di deskripsi produk yang nggak menggugah hati pembeli.

Di dunia skincare yang kompetitif banget kayak sekarang, deskripsi produk bukan sekadar tulisan biasa.

Deskripsi itu salesperson digital lo — yang harus bisa bikin orang percaya, penasaran, dan akhirnya beli.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas gimana cara menulis deskripsi produk skincare yang menjual, step-by-step, dengan gaya copywriting yang relatable dan hasil nyata.

Kenapa Deskripsi Produk Itu Penting Banget di Bisnis Skincare

Konsumen zaman sekarang nggak cuma beli karena kemasan atau harga.
Mereka beli karena percaya sama manfaat dan cerita di balik produk itu.
Deskripsi produk punya peran besar untuk membangun rasa percaya itu.

Banyak riset salah satunya ax-semantics menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen online membaca deskripsi produk secara detail sebelum membeli. Misalnya, lebih dari 80% pengguna mengaku melakukan riset produk secara online sebelum membeli, dan 93% konsumen menyatakan bahwa ulasan online mempengaruhi keputusan belinya.

Jadi, deskripsi produk kamu harus bisa:

        • Mengedukasi pembaca tentang manfaat produk
        • Menjelaskan keunggulan dibanding kompetitor
        • Membangkitkan emosi agar pembaca merasa “gue butuh ini”
  1. Kenali Dulu Target Pasar Skincare Lo

Sebelum nulis apa pun, lo harus tahu dulu siapa yang mau lo ajak ngomong.

Misalnya:

  • Kalau targetnya remaja dengan kulit berminyak, gaya bahasa bisa dibuat fun, santai, dan fokus ke solusi jerawat.
  • Kalau targetnya wanita usia 30+, gunakan bahasa elegan, tenang, dan fokus pada anti-aging atau glowing effect.

Contoh:

 “Bikin kulit kamu glowing parah dalam 3 hari!”

“Diformulasikan untuk membantu mencerahkan kulit kusam agar tampak lebih sehat dan bercahaya alami.”

Kunci utamanya:
Deskripsi harus “bicara” langsung ke perasaan dan kebutuhan target audiens.

 

  1. Gunakan Formula Copywriting: AIDA

Supaya deskripsi lo nggak kaku, gunakan struktur AIDA (Attention – Interest – Desire – Action).

Attention (Tarik Perhatian)

Mulai dengan kalimat pembuka yang bikin orang berhenti scroll:

“Kulit kusam bikin nggak pede? Saatnya balikin cahayanya dalam 7 hari!”

Interest (Bangun Ketertarikan)

Jelaskan bahan unggulan atau kelebihan unik produk lo:

“Dengan Niacinamide dan Vitamin C alami, serum ini bantu mencerahkan tanpa efek kering.”

Desire (Timbulkan Keinginan)

Tunjukkan hasil yang bisa dirasakan pengguna (gunakan storytelling ringan):

“Banyak pengguna bilang, setelah 2 minggu, kulit mereka tampak lebih rata dan glowing.”

Action (Ajak Bertindak)

Akhiri dengan ajakan lembut:

“Coba sekarang dan rasakan perbedaannya. Karena kulit cantik berawal dari perawatan yang tepat.”

 

  1. Gunakan Bahasa Emosional & Sensorik

Kata-kata bisa menciptakan visual dan rasa.
Deskripsi produk yang efektif itu bukan cuma informatif, tapi juga menggugah imajinasi.

Contoh perbandingan:

 “Krim ini melembabkan kulit wajah.”
“Krim lembut ini menyelimuti kulit dengan kelembapan intens, membuat wajah terasa kenyal dan halus sepanjang hari.”

Gunakan kata-kata yang menggugah indera:
lembut, segar, ringan, halus, menenangkan, glowing, silky, creamy.

Dan tambahkan sentuhan emosi:
percaya diri, nyaman, rileks, bangga dengan kulit sendiri.

 

  1. Tulis Manfaat, Bukan Cuma Fitur

Kebanyakan brand cuma menulis bahan-bahan tanpa menjelaskan kenapa itu penting.

Contoh:

 “Mengandung Hyaluronic Acid.”
“Mengandung Hyaluronic Acid untuk menjaga kelembapan kulit hingga 24 jam, membuat wajah terasa segar meski seharian di luar ruangan.”

Ingat: konsumen beli manfaat, bukan komposisi.

Gunakan rumus sederhana:

[Bahan Aktif] + [Fungsi] + [Hasil Akhir]

Contoh:
“Niacinamide 5% membantu mencerahkan kulit kusam agar tampak lebih sehat dan bercahaya alami.”

 

  1. Tambahkan Unsur “Before – After”

Kalimat “before-after” bisa sangat kuat buat meyakinkan pembaca.
Nggak selalu harus pakai foto — bisa juga dijelaskan lewat kata-kata.

Contoh:
“Dulu kulit terasa kusam dan tidak merata, tapi setelah 14 hari pemakaian, kulit tampak lebih lembut, cerah, dan bercahaya.”

Atau:

“Dari wajah lelah setelah lembur, jadi tampak fresh setiap pagi.”
Kalimat seperti ini membangun gambaran hasil nyata tanpa harus overclaim.

 

  1. Hindari Klaim Berlebihan

Masalah terbesar di industri skincare adalah klaim berlebihan seperti:

 “Bikin wajah glowing dalam 1 malam!”
 “Hilangkan jerawat 100% tanpa bekas!”

Selain melanggar aturan BPOM, ini juga bisa bikin calon pembeli ragu.

Gunakan kata-kata yang realistis, seperti:

“Membantu menyamarkan noda hitam secara bertahap.”
“Membuat kulit tampak lebih segar dan sehat.”

Jujur dan tetap meyakinkan — itu kuncinya.

 

  1. Gunakan Subjudul Menarik & Mudah Dibaca

Orang jarang baca panjang lebar.

Makanya, bikin deskripsi lo scannable dengan subjudul seperti:

      • “Manfaat Utama”
      • “Cara Pemakaian”
      • “Kenapa Produk Ini Berbeda”
      • “Bahan Unggulan”

 

Tambahkan bullet list biar lebih rapi:
Mencerahkan wajah kusam
Menyamarkan noda hitam
Melembapkan tanpa rasa lengket

Dengan begitu, pembaca bisa langsung nangkep poin pentingnya.

 

  1. Tambahkan Bukti Sosial (Testimoni & Review)

Kalau produk udah punya testimoni, masukkan kutipan real:

“Setelah 1 minggu pakai, kulit aku lebih lembab dan nggak kusam lagi!” — Rina, 28 tahun

Kalau belum ada, bisa gunakan simulasi before-after dengan data internal atau hasil uji laboratorium (asal faktual dan jujur).

 

  1. Optimasi SEO Tanpa Kehilangan Gaya Natural

Biar artikel produk juga muncul di pencarian Google, gunakan keyword utama (deskripsi produk skincare) secara natural di:

      • Judul produk
      • Paragraf pembuka
      • 1–2 kali di isi deskripsi
      • Subjudul atau bullet list

Contoh:
“Deskripsi produk skincare ini dibuat khusus untuk membantu kamu memahami manfaat sebenarnya dari setiap bahan aktif yang digunakan.”

Tapi jangan berlebihan. Fokus tetap di flow alami tulisan, bukan keyword stuffing.

 

  1. Tambahkan CTA yang Menggerakkan

Setelah pembaca tahu manfaat produk, jangan biarkan mereka berhenti di situ.

Arahkan mereka untuk bertindak.

Contoh:
“Siap tampil dengan kulit glowing alami? Saatnya buktikan dengan produk ini — klik tombol di bawah untuk mulai wujudkan versi terbaik dari kulitmu.”

Dan karena Kampi Dermatech bantu klinik dan brand baru wujudkan produk skincare mereka dari nol —

CTA bisa disesuaikan jadi:
“Punya ide produk skincare tapi belum tahu cara wujudinnya?

Yuk, ngobrol bareng tim Kampi — kita bantu dari formula sampai produk jadi.”

Contoh Deskripsi Produk Skincare yang Menjual

 Sebelum (kurang menarik):
“Serum pencerah kulit. Mengandung vitamin C dan Niacinamide. Gunakan pagi dan malam.”

Sesudah (menjual):
“Cerah natural tanpa efek kering!

Serum dengan kombinasi Niacinamide dan Vitamin C alami ini bantu menyamarkan noda hitam, mencerahkan warna kulit, dan menjaga kelembapan hingga 24 jam.

Teksturnya ringan, cepat menyerap, dan cocok untuk semua jenis kulit.”

Lihat bedanya?
Yang kedua bikin orang ngebayangin hasilnya, bukan cuma baca bahan-bahan.

 

Kesimpulan: Tulis dengan Hati, Jual dengan Cerita

Menulis deskripsi produk skincare bukan soal jago nulis aja — tapi soal memahami apa yang dirasakan calon pembeli.

Kalau lo bisa bikin mereka ngebayangin hasilnya, ngerasa relate sama masalah kulitnya, dan percaya sama solusi lo —
maka deskripsi lo udah jadi alat jualan paling kuat.

Jadi mulai dari sekarang, ubah cara lo nulis produk.

Bukan cuma “produk untuk mencerahkan wajah”, tapi produk yang membantu orang merasa lebih percaya diri dengan kulitnya sendiri.

 

Wujudkan Produk Skincare Impianmu

Kalau lo punya ide produk skincare tapi belum tahu gimana mulai,
tim Kampi Dermatech siap bantu dari formulasi, kemasan, sampai jadi produk siap jual.

Kami bantu lo wujudkan produknya, bukan cuma sekadar konsultasi.

Yuk, mulai langkah pertamamu di dunia skincare hari ini!

Hubungi Tim Kampi Sekarang

Start typing to see posts you are looking for.